Pilih Laman

Indonesia adalah negara yang dalam menyelesaikan suatu konflik atau sengketa berdasarkan atas hukum, sehingga tidak diperbolehkan untuk bertindak dengan menghakimi sendiri pelaku atau pihak yang berkonflik atau bersengketa. Dalam menyelesaikan konflik atau sengketa salah satu cara yang dapat ditempuh yaitu melalui pengadilan. Pihak yang merasa dirugikan dapat mengajukan sengketa atau perkara kepada pengadilan untuk mendapatkan penyelesaian atau pemecahan.

Akhir dari suatu pemeriksaan perkara adalah sebuah putusan, persoalan suatu perkara dapat selesai setelah putusan tersebut dijatuhkan dan dilaksanakan atau dijalankan (eksekusi). Eksekusi merupakan pelaksanaan dari suatu putusan pengadilan yang sudah mempunyai kekuatan hukum tetap (in kracht van gewijsde) serta dijalankan secara paksa karena pihak yang kalah tidak mau menjalankan atau memenuhi isi putusan secara sukarela.

Seperti halnya Pengadilan Negeri Kelas IB Boyolali telah melaksanakan eksekusi pengosongan untuk perkara Nomor 10/Pdt.Eks.HT/2023/PN.Byl pada hari Kamis, 20 Juni 2024. Pelaksanaan eksekusi ini dilakukan oleh Subagya,S.H. sebagai Jurusita Pengadilan Negeri Boyolali berdasarkan Surat Perintah Tugas Nomor 1108/KPN.W12.U17/ST.HK.2.4/VI/2024 tanggal 19 Juni 2024 beserta 2 (dua) orang saksi masing-masing Bernama M.Evans Firmansyah, S.H.,M.H. dan Achmadi berdasarkan Penetapan Nomor 10/Pdt.Eks.HT/2023/PN.Byl. Eksekusi ini dilaksanakan dibantu oleh petugas yang diperbantukan dari Kepolisian Polres Boyolali, Kodim Boyolali, Polisi Sektor Mojosongo, Koramil Mojosongo, Kantor Kecamatan Mojosongo dan Kantor Kelurahan Mojosongo.

Eksekusi pengosongan dilakukan atas sebidang tanah dan bangunan yang berdiri di atasnya sesuai Sertifikat Hak Milik No.3692 dengan luas tanah ± 545 m² yang dahulu atas nama Zeni Amilatun dan saat ini telah beralih menjadi atas nama Cahyono Sugeng Prasetyo yang terletak di Desa/Kelurahan Mojosongo, Kecamatan Mojosongo, Kabupaten Boyolali.

Dalam proses pelaksanaan eksekusi pengosongan, Jurusita dengan dibantu oleh kedua orang saksi tersebut serta disaksikan pula oleh petugas-petugas yang diperbantukan melaksanakan eksekusi pengosongan dengan cara menunjukkan dan membacakan terlebih dahulu berkaitan dengan Surat Tugas dari Ketua Pengadilan Negeri Boyolali Nomor 1108/KPN.W12.U17/ST.HK.2.4/VI/2024 dan Penetapan Ketua Pengadilan Negeri Boyolali Nomor 10/Pdt.Eks.HT/2023/PN.Byl tentang Perintah pelaksanaan eksekusi kepada para pihak eksekusi diantaranya Sigit N Sudibyanto, S.H.,M.H., Desi Triharini, Jarot Purnomo, Agung Mulyono, S.H.,M.H., Guri Harso, Sri Surayah, Trimulyono. Sedangkan untuk pihak Zeni Amilatun tidak hadir di tempat termohon eksekusi.

Barang-barang yang berada di dalam obyek tereksekusi dikeluarkan kemudian dipindahkan ke tempat penampungan sementara yang sudah disediakan oleh Pemohon Eksekusi oleh pihak yang berwenang. Pelaksanaan eksekusi ini membutuhkan waktu 3 (tiga) hari dikarenakan obyek barang eksekusi yang sangat banyak. Atas obyek barang eksekusi pengosongan yang telah dikosongkan kemudian diserahkan Kembali oleh Jurusita Subagya kepada Pemohon Eksekusi.

Proses eksekusi pengosong diakhiri dengan penyerahan Berita Acara Eksekusi kepada Pemohon Eksekusi dan Termohon Eksekusi masing-masing sebanyak 1(satu) rangkap oleh Jurusita.

25 Juni 2024

Tim Redaksi